Pengertian Otomotif dan Cabang Ilmunya yang Perlu Diketahui – pengertian otomotif sebagai sebuah ilmu masih jarang diketahui oleh masyarakat. Nyatanya otomotif juga memiliki beberapa cabang ilmu yang perlu kamu ketahui, Jika mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia. Arti otomotif adalah berhubungan dengan sesuatu yang berputar sendiri. Berasal dari kata oto yang memiliki arti sendiri dan motif yang memiliki arti alasan. Tentunya hal ini bisa kamu kaitkan dengan kendaraan bermotor yang memang sebagian berputar dengan sendirinya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa otomotif sebagai ilmu adalah sebuah keilmuan yang mendalami sistem yang berputar dengan sendirinya layaknya kendaraan bermotor.
Didalam teknik otomotid terdapat elemen mengenai mekanik, listrik, perangkat lunak dan teknik keselamatan. Hal-hal tersebut diaplikasikan pada desain, pembuatan dan pengoperasian kendaraan-kendaraan. Bagi kamu yang mau lebih serius belajar tentang otomotif harus aktab dengan hitung-hitungan. Adapun cakupan pendidikan mengenai teknik otomotif adalah untuk mendesain, mengembangkan, memproduksi atau mengetes kendataan atau komponen mulai dari tahap konsep sampai produksinya. Berdasarkan fakta tersebut industri otomotif Indoneia menjanjikan lapangan kerja yang luas.
1. Perencanan (Product Design)
Cabang ilmu otomotif perencanaan merupakan ilmu yang mempelajari tentang rancangan kendaraan bermotor. Hal ini dimulai dengan perumusan gagasan. Bahimana proses produksi kendaraan nantinya, cara kerja kendaraan hingga langkah-langkah untuk mewujudkan ide atas gagasan tersebut.
Baca Juga : Inovasi Dunia Otomotif Dari Masa Ke Masa
2. Pengembangan (Development)
Selanjutnya terdapat cabang pengembangan, sebuah cabang ilmu otomotif yang dipelajari untuk mengembangkan perencanaan yang sebelumnya sudah direncanakan. Hal ini bertujuan agar produk yang nantinya akan diproduksi akan sesuai dengan prosedru keamanan, kenyamanan serta tingkat efisiensi yang cocok untuk kendaraan.
3. Produksi (Manufacture)
Cabang produksi yang satu ini lebih mengarah ke bagaimana cara memproduksi sebuah kendaraan bermotor. Mulai dari mengenal komponen-komponen otomotif. Cara merakit kendaraan bermotor, mengenal sistem kelisttikan hingga berhasil emnjadi sebuah kendaraan bermotor yang dapat berjalan. Dilain sisi, Manufacturing Engineer bertanggung jawab memastikan produksi yang tepat untuk komponen otomotif atau kendaraan secara lengkap. Berbeda dengan Development Engineer yang bertanggung jawab atas fungsi kendaraan. Manufacturing Engineer bertanggung jawab atas produksi kendaraan yang aman dan efektif.
Sebuah tim Manufacturing Engineer biasanya terdiri dari insinyur proses, koordinator logistik, insinyur perkakas, insinyur robotika dan perenana perakitan. Dalam industri otomotif tahap macnufaturing biasanya memainkan peran yang lebih besar dalam tahap pengembanagn komponen otomotif untuk memastikan bahwa produk mudah dibuat. Seperti Aerodynamics Engineer, Body Engineer, NVH Engineer dan Change Control Engineer.
4. Perawatan (Maintenance)
Cabang terakhir adalah perawatan. Sebuah cabang yang berfokus terhadap teknik perawatan kendaran bermotor yang sudah diproduksi. Mulai dari kontrol mesin, kelistrikan, komponen-kompenen otomotif lainnya hingga penggantian suku cadang.Umumnya mereka yang mendalami ilmu otomotif nantinya akan bekerja sebagai insinyur maupun rekayasawan (engineer). Sering disepelekan, namun kedua pekerjaan tersebut tentunya sangat berjasa terhadap perkembangan teknologi yang kamu lihat sekarang ini.
Secara garis besar, terdapat dua cabang rekayasawan dibidang otomotif yang menjadi kunci produksi sebuah kendaraan bermotor. Yaitu Development Engineer dan Manufacruring Engineer. Development Engineer memiliki tugas untuk melakukan koordinasi terkait atribut-atribut teknik sebuah produk kendaraan bermotor, yang mengacu kepada ketentuan yang sudah diberikan oleh pabrik. Sedangkan Manufacturing Engineer memiliki tugas untuk memastikan bahwa kompenen-komponen disematkan pada kendaraan yang sudah lengkap dan tepat.
