Nilai dan Realisasi Investasi Usaha Mikro-Kecil Indonesia – Dalam dua tahun terakhir ini, jumlah investasi di Indonesia naik cukup signifikan. Sebagian besar, sampai 92 persen, didominasi usaha skala mikro dan kecil. Meski kalah dari segi nilai, Investasi UMK ini dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak dari usaha menengah dan besar. Data kementerian investasi/ Badan koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan, selama periode 2023.
sejak diterapkannya sistem perisinan usaha daring yang terintergrasi dan berbasisi risiko (online single submission risk based approach/OSS-RBA), total ada 12,71 juta investasi yang terdaftar di Indonesia. Adapun mayoritas investasi UMK yang masuk bergerak di sektor perdaganagn eceran yang risiko usahanya rendah, sektor jasa lainnya. Konstruksi atau investasi manufaktur kecil dan sederhana seperti alas kaki dan tekstil rumahan.
Sebagian besar atau 92 persen merupakan investasi di usaha skala mikro dan kecil. Jumlah itu terdiri dari 7,13 juta investasi UMK perseoranan (56,10 persen dari total investasi yang masuk) dan 4,54 juta investasi UMK berbadan usaha (35,78 persen). Sementara itu, investasi oleh usaha skala menengah dan besar hanya mencapai 8,11 persen dari total investasi. Terdiri dari 50,18 juta usaha non-UMK perseorangan (0,39 persen) dan 981.000 usaha non-UMK badan usaha (7,72 persen)
Dominasi Investasi Mikro-Kecil
Sejalan dengan itu, nomor induk berusaha (NIB) yang diterbitkan pun didominasi UMK. Dari total 6,59 juta NIB yang keluar pada periode yang sama, 98,96 persen adalah NIB ntuk UMK. Mayoritas merupakan NIB usaha mikro (96,2 persen)dan usaha kecil (2,76 persen). Adapun mayoritas investasi UMK yang masuk bergerak di sektor perdagagan eceran yang risiko usahanya rendah, sektor jasa lainnya. Konstruksi atau investasi manufaktur kecil dan sederhana.
Baca Juga : Tips Bermain Saham Dengan Bijak untuk Pemula
Sesuai dengan namanya, investasi UMK itu kecil-kecil tetapi banyak. Beda yang investasi besar yang hanya satu-dua, tetapi nilai besar. Kalau kita lihat dari kacamata nilai investasi masih kalah. Upaya perbaikan dan tantangan implementasi di Daerah. Berdasarkan data realisasi investasi tahun 2022 oleh BKPM, realisasi investasi UMK mencapai Rp 318,6 triliun. Meski demikian, dampak penciptaan lapangan kerja yang dibawa investasi UMK lebih besar.
Secara jangka panjang, penyerapan tenaga kerja oleh investasi menengah dan besar seharusnya tetap lebih besar. Karena investasi menengah-besar itu terdata lebih jelas, mereka juga rutin melapor, laporan kegiatan penanaman modal. Jadi kita bisa lihat beberapa tenaga kerja yang mereka gunakan, berapa tenaga kerja Indonesia.
Peningkatan Kapasitas Lowongan Kerja dan Usaha
Menurut Direktur Eksekutif KPPOD Herman Suparman, investasi UMK belakangin ini lebih menjamur karena urusan perizinan usaha yang jauh lebih sederhana ketimbang usaha menengah-besar. Investasi non-UMK biasanya memiliki risiko usaha yang lebih tinggi. Sehingga ada lebih banyak persyaratan yang harus dipenuhi sebelum mendapat izin.
Meski demikian, investasi UMK terkhusus mikro yang banyak dengan serapan tenaga kerja yang tinggi itu menyimpan persoalan tersendiri. Meski jumlahnya banyak dan kerap menjadi penyelamat ekonomi nasional di saat krisis, karakteritik usaha mikro biasanya cenderung tidak stabil dengan tingkat aset, produktivitas dan kesejahteraan pelaku UMK serta karyawan UMK yang rendah.
Upaya Peningakatan kapasitas bagi UMK ini tidak bisa dilakukan di satu kementerian secara tunggal tetapi sistematis melibatkan lintas kementerian sampai pemerintah daerah. Kemudian membuat pemetaan kebijakan investasi berdasarkan prioritas. Untuk mendorong penciptaan lapangan kerja yang banyak sekaligus layak, investasi yang ditarik semestinya yang bersifat padat karya skala menengah-besar.
