Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Alternatif Investasi Selain Emas yaitu Investasi Wine

Alternatif Investasi Selain Emas yaitu Investasi Wine – Investasi wine dapat menjadi salah satu diversifikasi investasi yang menarik karena tidak terpengaruh oleh situasi perekonomian. Meski begitu, investor wine juga harus memahami berbagai faktor pentingnya seperti produsen umur, tingkat kematangan dan riwayat harganya. Bahkan Knight Frank menyebut investasi wine dapat memberikan potensi imbal balik mencapai 149% dalam satu dekade. Investasi tidak terlalu mengalami fluktuasi harga seperti aset keuangan. Meski begitu sejumlah biaya yang tinggi dibutuhkan investor sebelum memulai investasi wine. Investasi bukan hanya selalu tentang aset keuangan kamu yang mengonsumsi SauvignonBlanc atau Bordeaux dapat mendulang cuan darinya.

Minuman alkohol dapat menjadi diversifikasi investasi menarik karena tidak terikat dengan kinerja ekonomi, suku bunga atau sentimen investor. Nilai anggur bergantung pada siklus cuaca, kondisi panen, model, tahun yang juga bersinggungan dengan permintaan dan penawaran. Survei Knight Frank : The Wealth Report Luxury Investment 2023 menyebutkan, investasi wine memberikan imbal hasil sebesar 5% dalam 12 bulan dan mencapai 149% dalam 10 tahun terakhir. Menurut jenisnya, champagne memberi imbal hasil sebesar 61% dalam lima tahun dan mencapai 125% dalam 10 tahun. Membandingkannya dengan kerja saham, Forbes menulis, Sotheby’s WineIndex mengungguli kinerja S&P 500 sejak 2005. Tercatat memiliki kinerja cemerlang diatas indeks acuan AS tersebut sejak 2007.

1. Vintage

Vintage merupakan tahun dimana anggur diproduksi, dipanen disuatu wilayah. Kualitas panen bervariasi dari tahun ke tahun yang berpengaruh pada kualitasnya.

2. Reputasi Produsen

Reputasi produsen berdampak pada potensi apresiasi. Beberapa produsen terkemuka seperti Domaine de la Romanee-Conti, Petrus, Chateau Mouton Rothschilf dan Chateau Lafite Rothschild serta dari wilayah seperti Burgundy dan Bordeaux.

Baca Juga : Langkah Penting Awal Investasi Pertama Kalian

3. Potensi Penuaan dan Umur

Potensi penuaan berhubungan dengan anggur berkualitas karena beberapa anggur menua lebih baik daripada yang lain. Faktor yang dapat memengaruhi potensi penuaan seperti jenis buah anggur dan kadar asam dan rekam jejak produsen. Cenderung matang sekitar 10 tahun setelah pembotolan. Beberapa anggur dapat menua lebih lama sehingga bisa dihargai nilai dan kualitasnya.

4. Kelangkaan dan Riwayat Harga

Kebun anggur Domaine de la Romanee-Conti terkenal dengan salah satu burgundy yang paling di cari di dunia. Karena ukuran kebunnya yang kecil hanya 450 peti setiap tahunnya. Menjadikan anggur dari kebun ini menjadi antik, riwayat harga wine menunjukkan tren nilai yang dapat diinvestasikan dari pembelian anggur tersebut.

5. Kemampuan dan Keahlian

Anggur merupakan aset yang sangat kompleks sehingga dibutuhkan pengetahuan serta menyiapkan persiapan untuk menjadi investor sukses. Global Head of Wine di Sotheby’s Jamie Ritchie menyarankan The New Sotheby’s Wine Encylopedia (Tom Stevenson), Inside Burgundy (Jasper Morris), Inside Bordeaux The Chateaux, Their Wines and the Terroir (Jane Anson) sebagai buku yang komprehensif.

6. Perkembangan Investasi Wine

Meskipun tercatat sebagai aset investasi yang memiliki nilai fluktuasi yang lebih rendah dibanding aset keuangan. Investasi pada wine dan anggur memiliki sejumlah biaya tinggi. Investasi awalnya dapat mencapai USH 15 ribu-20 ribu untuk memulai portofolio. Kamu juga biasanya harus membayar premi pembeli jika membelinya melalui rumah lelang komersial yang jumlahnya bisa 15-20% dari harga beli. Biaya lain yang juga harus kamu perhatikan adalah biaya pengiriman. Ada juga penyimpanan berupa lemari es, fasilitas khusus dibawah tanah termasuk biaya perawatan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *